Saturday, April 2, 2016

Journal Review: Suitable Organization Forms for Knowledge Management to Attain Sustainable Competitive Advantage in The Renewable Energy Industry

Tugas dari mata kuliah Manajemen Sistem Informasi kali ini adalah menulis review dari sebuah jurnal mengenai Knowledge Management yang sebelumnya telah saya terjemahkan. Judul dari jurnal tersebut adalah Suitable Organization Forms for Knowledge Management to Attain Sustainable Competitive Advantage in The Renewable Energy Industry. Berikut adalah hasil review dari jurnal tersebut.

Tujuan dari penelitian pada jurnal ini adalah untuk  mengusulkan bentuk organisasi yang sesuai pada situasi yang berbeda guna mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan pada sebuah perusahaan energi terbarukan di China. Perusahaan dalam industri energi terbarukan saat ini menghadapi tantangan untuk mempertahankan daya saing serta produktivitasnya yang disertai dengan usaha untuk meminimalkan dampak negatif pada lingkungan. Kemampuan untuk mengelola pengetahuan adalah kunci utama dalam proses bagi perusahaan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Selain itu, kerangka pembelajaran yang interaktif menyediakan platform yang dapat merespon kebutuhan akan penyesuaian dalam ketidakpastian waktu yang tinggi.

Penelitian ini kemudian menilai dari lima bentuk organisasi untuk KM, manakah yang paling sesuai untuk perusahaan energi terbarukan tersebut.  Lima bentuk organisasi tersebut antara lain: (1) fungsi KM sekuensial: Ada empat tahap sekuensial termasuk memperoleh, berbagi, menciptakan, dan menyebarkan tahap pengetahuan. (2) fungsi KM pusat: CKO (chief knowledge officer) dalam sebuah tim spesialis memimpin semua kegiatan KM-terkait untuk kegiatan proyek; (3) Tugas proyek-desentralisasi KM: mengalokasikan kegiatan KM-terkait dengan tingkat proyek dan menempatkan manajer proyek, yang disebut "analis proyek," di setiap tugas; (4) sel KM yang secara fungsional diletakkan: tidak ada unit organisasi formal untuk proses KM, dan kepala fungsional departemen khusus mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan pengetahuan; (5) matriks fungsi KM: otomatis dan secara bersamaan mengimpor, menyerap, dan mengekspor pengetahuan dalam semua prosedur tanpa spesifik satgas KM.
Didapatlah tiga buat hipotesis yang kemudian hipotesis-hipotesis tersebut dianalisis. Metode pengambilan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada 257 perusahaan. Didapatkan sebanyak 38 karakteristik dan kemudian dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang ada. Setelah melalui proses pengolahan data, didapatkan bentuk organisasi yang sesuai untuk KM paling utama adalah fungsi KM pusat (tier 1),  kemudian diikuti tugas proyek-desentralisasi KM (tier 2) dan sel KM yang secara fungsional diletakkan (tier 3).

No comments:

Post a Comment